TIPS PENGHEMATAN ENERGI

I.1 LAMPU HEMAT ENERGI

Analisa pada kehandalan suplai tenaga listrik atau disebut sebagai reliability of supply dilakukan pada catatan berapa kali gangguan dan lama padam yang terjadi pada ketiga penyulang SKTM yang mensuplai tenaga listrik ke PT. QUALRAM. Catatan kehandalan suplai tersebut ditampilkan dari Januari – Oktober 2004 seperti dibawah ini.

I.1.1 Penggantian Lampu Pijar dengan LHE

Langkah penghematan energi pada bagian penerangan (lighting) yang dapat langsung dilakukan adalah dengan cara mengganti lampu pijar berdaya besar dengan lampu hemat energi (LHE) dengan luminasi cahaya sama terangnya namun daya lebih rendah. Penghematan energi dengan metode ini dapat menghemat pemakaian daya 50-70% lebih rendah.

I.1.2 Penggunaan Ballast Dengan Losses Rendah

Pada lampu penerangan yang menggunakan ballast, dapat dilakukan langkah penggantian ballast yang memiliki rugi-rugi besar dengan ballast yang memiliki rugi-rugi lebih rendah. Pada Tabel dibawah ditampilkan efikasi beberapa jenis lampu dengan rugi-rugi ballast.

Tipe Lampu

Rentang Efikasi (lumen per Watt)

Tanpa

Rugi-rugi Ballast

Dengan

Rugi-rugi Ballast

1. Pijar

5 – 23

-

2. Tabung Fluorecent ( 10 – 65 W )

50 – 100

30 – 85

3. Fluorecent Kompak ( SL dan PL )

-

25 – 60

4. Merkuri ( 80 – 2000 W )

40 – 60

40 – 56

5. Halida Logam ( 250 – 2000 )

66 – 95

60 – 90

6. Natrium Tekanan Tinggi ( 18 – 200 W )

50 – 150

60 – 115

7. Natrium Tekanan Rendah ( 50 – 1000 W )

100 – 200

68 – 143

I.1.3 Optimasi Flux dalam Penggunaan LHE

Penerangan dapat menimbulkan panas yang berlebihan pada suatu ruangan. Gunakan lampu dengan tipe compact fluorescent (CFL) yang hanya mengkonsumsi 75% energi dan menimbulkan 70-80% lebih sedikit panas. Lampu pijar biasa memberikan 10% penerangan dan 90% panas sedangkan lampu compact fluorescent memberikan 90% cahaya dan 10% panas. Untuk disesuaikan juga lampu yang dipakai dengan tingkat luminasi ruangan sesuai dengan kebutuhan.

Jenis Kebutuhan Pencahayaan

Lux

Contoh

1. Pencahayaan untuk daerah yang tidak terus menerus dipergunakan

20

· Iluminasi minimum

50

· Parkir dan daerah sirkulasi di dalam ruangan

100

· Kamar tidur hotel

2. Pencahayaan untuk bekerja di dalam ruangan

200

· Membaca dan menulis yang tidak terus menerus

350

· Pencahayaan umum untuk per- kantoran, pertokoan, membaca, menulis

400

· Ruang gambar

3. Pencahayaan setempat untuk pekerjaan yang teliti

750

· Pembacaan untuk koreksi tulisan

1000

· Gambar yang sangat teliti

2000

· Pekerjaan secara rinci dan presisi

I.2 PENDINGIN UDARA (AIR CONDITIONER)

I.2.1 Gunakan Timer

Untuk sistem pendingin terpusat dan peralatan pendingin terpisah, pasanglah sebuah thermostat yang dilengkapi dengan penanda waktu (timer). Masukkan setting timer agar mengoperasikan pendingin hanya pada waktu diperlukan.

I.2.2 Setting Temperatur Secara Optimal

Operasikan setting pendingin pada suhu 25 oC sehingga tingkat kenyamanan tersedia dan pemakaian energi terjaga.

I.2.3 Jangan Mendinginkan Ruangan Tidak Perlu

Pasanglah sistem pendinginan terpusat (AC Sentral) hanya untuk ruangan-ruangan yang memerlukan pendinginan. Untuk ruangan tertentu dimana pendingin tidak diperlukan pada waktu yang lama, akan lebih ekonomis bila mempergunakan AC window atau AC portable.

I.2.4 Sesuai Kapasitas Dengan Luas Ruangan

Evaluasi apakah ukuran peralatan pendingin sesuai dengan luas ruangan yang didinginkan. Penggunaan kapasitas peralatan pendingin yang lebih kecil dari luas ruangan akan membuat alat pendingin bekerja terlalu berat namun kenyamanan ruangan tidak tercapai.

I.2.5 Ganti Pendingin Berusia Tua

Pada peralatan pendingin (AC) berusia lebih dari 10 tahun, pemakaian energi akan lebih besar 30-50% dibandingkan dengan peralatan pendingin terkini. Untuk itu, laksanakan program penggantian peralatan pendingin (AC) dengan pendingin hemat energi dengan teknologi terbaru. Saat membeli, perhatikan rating SEER (System Energy Efficient Rating) dari peralatan pendingin. Sebuah AC paling tidak mempunyai rating SEER tingkat 13 dari tingkatan maksimum yang mencapai 19.

I.2.6 Bersihkan Filter Secara Rutin

Pada saat pemeliharaan rutin, pastikan untuk selalu membersihkan filter udara. Filter yang kotor akan membuat pendingin bekerja lebih berat dan mengkonsumsi lebih banyak energi.

I.2.7 Penempatan Kondensor

Pada bagian Kondensor, akan lebih baik bila kondensor diletakkan pada tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Energi yang dikonsumsi peralatan pendingin akan lebih rendah 10% pada kondensor yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.

I.2.8 Kebersihan Lingkungan Kondensor

Pastikan ruang disekeliling kondensor bersih dari rumput, barang atau sampah yang dapat mengganggu sirkulasi udara. Terganggunya sirkulasi udara dapat menyebabkan kondensor mengkonsumsi lebih banyak energi.

I.2.9 Pemasangan Fan

Selain pendingin udara, gunakan juga fan atau kipas angin pada ruang-ruang tertentu yang tidak mutlak menggunakan pendingin (AC). Kipas angin dapat menurunkan suhu ruangan sampai 5 oC lebih rendah sehingga akan mengurangi penggunaan AC.

I.2.10 Pastikan Arah Putaran Kipas

Pastikan arah putaran kipas terarah kebawah yang akan langsung mendinginkan tubuh orang dibawah serta membawa udara panas pergi dari ruangan. Bila putaran kipas terarah menghisap ke atas tidak banyak berpengaruh pada penurunan suhu ruangan. Putaran kipas keatas akan membawa udara panas diatas turun dan menyebabkan tubuh merasa kegerahan.

I.3 PEMANAS AIR (HEATER)

I.3.1 Setting Temperatur

Turunkan setting temperatur pemanas air sampai maksimal 120 oC. Pada suhu tersebut, air sudah dalam keadaan mendidih dan bakteri pada air sudah mati sehingga air cukup steril untuk digunakan.

I.3.2 Bersihkan Endapan

Secara rutin bersihkan endapan yang ada dalam tabung pemanas dengan mengalirkan air secara lebih laju. Tindakan ini akan dapat meningkatkan effisiensi pemanas dan mengurangi konsumsi listrik atau gas.

I.3.3 Isolasi Panas

Pastikan isolasi panas pada alat pemanas masih terpasang dengan baik. Isolasi akan mencegah panas yang ditimbulkan heater terbuang percuma di udara. Pemasangan isolasi yang baik akan meningkatkan efisiensi pemanas.

I.4 PERALATAN KOMPUTER

I.4.1 Timer untuk Turn Off

Configure your monitor to turn off after 20 minutes (or less) of inactivity, and your hard drive to turn off after 30 minutes of inactivity.

I.4.2 Mode Operasi Standby

Matikan komputer, monitor dan printer saat anda pergi atau aktifkan mode operasi standby setiap saat anda meninggalkan kantor lebih dari dua jam. Mengaktifkan screen saver bukan suatu langkah penghematan energi, monitor akan tetap beroperasi secara penuh.

I.4.3 Membeli Komputer Baru

Bila membeli komputer baru, pertimbangkanlah untuk membeli laptop bila memungkinkan. Laptop memakai lebih sedikit energi dibandingkan dengan komputer desktop dan cenderung lebih cocok untuk kebanyakan orang, kecuali bila banyak dipakai untuk mengetik. Pertimbangkan untuk membeli monitor tipr flat panel karena hanya menggunakan 1/3 energi dibandingkan dengan monitor biasa.

I.4.4 Sistem Operasi

Beberapa operating system seperti Windows ME dan Windows 2000 memiliki fitur “system hibernate”, yang dapat merekam sebelum dimatikan. Saat komputer kembali diaktifkan, seluruhnya kembali pada keadaan semula.

I.5 ESCALATOR DAN LIFT

I.5.1 Penggunaan Sensor Operasi Pada Escalator

Penghematan energi dapat dilakukan dengan mengatur operasi eskalator pada saat tidak ada orang yang menggunakannya. Untuk itu, perlu dilakukan pengaktifan mode operasi standby pada saat tidak ada orang yang menggunakan eskalator. Pengaktifan mode standby ini dapat dilakukan pada eskalator untuk lokasi tertentu, jam operasi tertentu dan hari operasi tertentu disesuaikan dengan ritme tingkat kepadatan pengguna.



I.5.2 Pengaturan Kecepatan Pada Escalator

Pada operasi eskalator, daya yang dikonsumsi oleh peralatan bergantung pada jumlah orang yang menjadi beban dan pada kecepatan jalan eskalator. Pada Gambar dibawah ini terlihat bahwa pada kecepatan menentukan jumlah energi yang diperlukan. Penyesuaian kecepatan yang tepat akan dapat memberikan penghematan energi dengan tetap menjaga kenyamanan pengguna.


I.5.3 Optimasi Setting Beban Penyeimbang Pada Lift

Pada peralatan lift biasa terpasang beban penyeimbang untuk operasi dari lift. Beban penyeimbang tersebut umumnya disetel pada setting 50% dari beban maksimum lift. Dari beberapa pengukuran, setting beban penyeimbang dapat disetel pada 35% beban maksimum lift yang akan dapat menghemat energi listrik sampai 13%. Pada gambar dibawah ditampilkan pemakaian energi oleh lift pada operasi naik dan turun dan pada variasi beban berbeda.

<!–[if supportFields]> SEQ Gambar * ARABIC <![endif]–>

I.6 BANGUNAN GEDUNG

I.6.1 Eksterior Gedung

Untuk warna bagian eksterior gedung, utamakan penggunakan warna-warna cerah. Merujuk pada beberapa literatur, warna gelap pada eksterior gedung dapat meningkatkan biaya pendingin sampai 20% dibandingkan dengan gedung yang menggunakan warna cerah.

I.6.2 Tempatkan Tanaman Peneduh

Penempatan tanaman peneduh pada tempat yang tepat dan biasa terekspose sinar matahari akan dapat mengurangi suhu didalam ruangan sampai 20% dan mengurangi pemakaian energi sampai 40%.

I.6.3 Memasang Solar Screen

Solar Screen atau layar penahan sinar matahari adalah sebuah jaring-jaring yang dapat lebih memantulkan sinar matahari dibandingkan dengan tirai biasa. Pilihlah screen atau layar yang tidak terlalu menahan banyak cahaya agar pencahayaan didalam ruangan tetap terjaga.

I.6.4 Memasang Lapisan Film Pemantul

Merujuk pada Komisi Energi California, 30% dari kebutuhan pendinginan bangunan tergantung dari seberapa besar energi sinar matahari yang masuk melalui kaca. Lapisan film pemantul akan memantulkan panas sinar matahari dari jendela dan menahan 40-60% panas tanpa mengurangi terang cahaya yang masuk kedalam ruangan.

About these ads

2 responses »

  1. Abell"jrs rise mengatakan:

    wah makasih banget ea artikel km bsa buat tmbhan tgas saya , makasi bgt

  2. Heri Kuntoro mengatakan:

    terimakasih, atas artikel yang anda paparkan sehingga saya lebih mengetahui bagaimana cara menghemat energi listrik.
    sukses selalu bersama anda

    Sama – sama. Terima kasih kembali Mas Heri, sudah mampir :-). Senang sekali kalo artikel tersebut bisa sedikit bermanfaat. Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s